Search results: 309

IndoMS Mengabdi 1
IndoMS Mengabdi 1 :
Workshop Persiapan Pembelajaran Matematika dengan Bantuan Paket Program Komputer (Geogebra/R) untuk MGMP Matematika SMA Kab. Semarang Jawa Tengah

IndoMS Mengabdi 2
IndoMS Mengabdi 2 :
Workshop Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Berbantu Cabri dan GeoGebra untuk MGMP Matematika SMP Kab. Manggarai Nusa Tenggara Timur

IndoMS School Seri II : Analitik Pembelajaran dan Penambangan Data dengan R Statistics
Kelas Daring IndoMS School Seri II : Analitik Pembelajaran dan Penambangan Data dengan R Statistics
Kelas daring ini merupakan kerja sama Pendidikan Matematika USD dengan UKSW Salatiga dan UNWIRA Kupang dengan asosiasi himpunan matematikawan Indonesia (IndoMS)

Keluarga : Perspektif Moral dan Hukum Gereja B (TEO II/2019/2020)
Keluarga adalah fenomena manusiawi-sosiologis. Ia merupakan sel terkecil, elemen pembentuk masyarakat. Pada umumnya, setiap orang mengalami proses sosialisasi pertama-tama dalam keluarga. Pentingnya keluarga tercermin dari kompleksnya ritual perkawinan di setiap kultur. Dalam tradisi Kristiani, keluarga juga merupakan elemen penting dalam pembentukan komunitas Gereja. Di satu sisi, keluarga (dan tentu saja perkawinan) merupakan “medan perwujudan iman Kristiani“, tempat di mana pribadi-pribadi suami-istri, orangtua-anak, menghayati dan mewujudkan iman akan Kristus dalam relasi kasih manusiawi. Di sisi lain, iman Kristiani terdukung untuk tumbuh di lingkungan keluarga yang baik.
Lantas seperti apakah “keluarga/perkawinan yang baik“ itu? Pertanyaan penuntun ini akan didiskusikan secara tematis. Ada tiga kelompok besar tema, yakni (I) Konteks, (II) Tradisi, dan (III) Praksis. Pada bagian pertama, konteks sosial-budaya perkawinan Kristiani di Indonesia diangkat sebagai titik berangkat (starting point). Pada bagian kedua, ditampilkan narasi mengenai perkawinan dan keluarga yang terdapat dalam Tradisi Kristiani, baik Kitab Suci maupun Magisterium. Selanjutnya, didiskusikan pengalaman-pengalaman konkrit di mana narasi perkawinan dan keluarga Kristiani berusaha diwujudkan oleh orang Kristen. Dengan proses ini, dibutuhkan kecermatan dalam membaca konteks sosial-budaya keluarga-keluarga Kristiani untuk dapat memetakan persoalan-persoalan moral-etis yang dihadapinya. Di samping itu, diperlukan pula pembacaan yang kritis terhadap argumentasi-argumentasi teologis yang terkait dengan persoalan perkawinan dan keluarga. Diharapkan, mahasiswa dapat membangun argumentasi teologis yang kontekstual.