-
Estetika Sosial (DKB I/2020/2021)
Stanislaus Sunardi

Estetika Sosial (DKB I/2020/2021)

DESKRIPSI. Mengingat latar belakang mahasiswa yang berbeda-beda serta pengetahuan estetika yang belum merata, mata kuliah Estetika Sosial ini belum bisa secara langsung membahas estetika yang memungkinkan kita untuk melihat hubungan antara seni dan masyarakat. Mata kuliah ini berangkat dari pembahasan yang paling dasar tentang perkembangan estetika yang dengan satu dan lain cara bisa membantu kita untuk mendalami hubungan antara seni dan masyarakat. Materi untuk landasan estetika sosial ini diambil dari sumber-sumber secara historis. Dimulai dari pembahasan seni sebelum estetika, munculnya estetika, terbentuknya tradisi modernisme, kritis modernisme, dan isu-isu kontemporer. TUJUAN. a. Mahasiswa bisa menggunakan informasi dasar tentang Estetika Sosial ini untuk mengeksplorasi tema-tema yang masuk dalam seni dan masyarakat. b. Mahasiswa bisa mempunyai berbagai pilihan teoretis untuk kepentingan penelitian disertasinya. c. Mahasis bisa menuliskan pilihannya secara jernih dan bisa mempertanggungjawabkan paling tidak di antara teman-temannya. MATERI. a. Teori seni sebelum Estetika: teori mimesis dan teori seni Aristoteles. b. Estetika Kant sampai dengan terbentuknya tradisi modernisme. c.Krisis modernisme dan responnya lewat posmodernisme
d. Isu-isu kontemporer

Estetika Sosial A (DKB I/2020/2021) -NEW
Stanislaus Sunardi

Estetika Sosial A (DKB I/2020/2021) -NEW

Mengingat latar belakang mahasiswa yang berbeda-beda serta pengetahuan estetika yang belum merata, mata kuliah Estetika Sosial ini belum bisa secara langsung membahas estetika yang memungkinkan kita untuk melihat hubungan antara seni dan masyarakat. Mata kuliah ini berangkat dari pembahasan yang paling dasar tentang perkembangan estetika yang dengan satu dan lain cara bisa membantu kita untuk mendalami hubungan antara seni dan masyarakat. Materi untuk landasan estetika sosial ini diambil dari sumber-sumber secara historis. Dimulai dari pembahasan seni sebelum estetika, munculnya estetika, terbentuknya tradisi modernisme, kritis modernisme, dan isu-isu kontemporer.
TUJUAN. a. Mahasiswa bisa menggunakan informasi dasar tentang Estetika Sosial ini untuk mengeksplorasi tema-tema yang masuk dalam seni dan masyarakat. b. Mahasiswa bisa mempunyai berbagai pilihan teoretis untuk kepentingan penelitian disertasinya. c.Mahasis bisa menuliskan pilihannya secara jernih dan bisa mempertanggungjawabkan paling tidak di antara teman-temannya.
MATERI. a. Teori seni sebelum Estetika: teori mimesis dan teori seni Aristoteles. b. Estetika Kant sampai dengan terbentuknya tradisi modernisme. c. Krisis modernisme dan responnya lewat posmodernisme. d. Isu-isu kontemporer


Metodologi Penelitian Seni dan Masyarakat (DKB I/2020/2021)
Augustinus Supratiknya

Metodologi Penelitian Seni dan Masyarakat (DKB I/2020/2021)

Mengikuti gagasan Richard Johnson (1983) tentang sirkuit budaya, wilayah penelitian Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) bisa dibedakan ke dalam empat sub-wilayah yang saling terkait: (1) produksi teks budaya, meliputi aspek politik-ekonomi dan aspek proses encoding-nya; (2) teks budaya, meliputi aspek tekstual dan intertekstualnya; (3) reading teks budaya, meliputi proses resepsi/apropriasi dan proses decoding-nya; dan (4) pengalaman hidup, meliputi aspek pembentukan kesadaran individu atau kelompok sebagai subjek. Dalam meneliti masing-masing sub-wilayah, penelitian Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) perlu memperhatikan baik dimensi material, dimensi psikologis, maupun dimensi bahasa/tandanya sekaligus. Maka, penelitian Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) tentang produk budaya, proses budaya, atau lembaga budaya tertentu akan selalu melibatkan metodologi penelitian yang diturunkan dari Marxisme untuk mengungkap dimensi materialnya, Psikoanalisis untuk mengungkap dimensi psikologisnya, dan Semiotika untuk mengungkap dimensi bahasa/tandanya. Semiotika pun tidak membatasi diri hanya pada komunikasi verbal melainkan mencakup keseluruhan fungsi tanda meliputi juga semiotika visual, semiotika gerak, dan semiotika bunyi.

Metodologi Penelitian Seni dan Masyarakat A (DKB I/2020/2021) -NEW
Augustinus Supratiknya

Metodologi Penelitian Seni dan Masyarakat A (DKB I/2020/2021) -NEW

Mengikuti gagasan Richard Johnson (1983) tentang sirkuit budaya, wilayah penelitian Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) bisa dibedakan ke dalam empat sub-wilayah yang saling terkait: (1) produksi teks budaya, meliputi aspek politik-ekonomi dan aspek proses encoding-nya; (2) teks budaya, meliputi aspek tekstual dan intertekstualnya; (3) reading teks budaya, meliputi proses resepsi/apropriasi dan proses decoding-nya; dan (4) pengalaman hidup, meliputi aspek pembentukan kesadaran individu atau kelompok sebagai subjek. Dalam meneliti masing-masing sub-wilayah, penelitian Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) perlu memperhatikan baik dimensi material, dimensi psikologis, maupun dimensi bahasa/tandanya sekaligus. Maka, penelitian Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) tentang produk budaya, proses budaya, atau lembaga budaya tertentu akan selalu melibatkan metodologi penelitian yang diturunkan dari Marxisme untuk mengungkap dimensi materialnya, Psikoanalisis untuk mengungkap dimensi psikologisnya, dan Semiotika untuk mengungkap dimensi bahasa/tandanya. Semiotika pun tidak membatasi diri hanya pada komunikasi verbal melainkan mencakup keseluruhan fungsi tanda meliputi juga semiotika visual, semiotika gerak, dan semiotika bunyi.

Pendalaman Teori Pendukung Proposal Disertasi (DKB I/2020/2021)
Min Seong KimStanislaus Sunardi

Pendalaman Teori Pendukung Proposal Disertasi (DKB I/2020/2021)

DESKRIPSI. Mata kuliah ini pada dasarnya dimaksudkan untuk mendampingi mahasiswa semester III yang sedang persiapan membuat proposal disertasi. Dari perkuliahan semester pertama dan kedua mahasiswa diharapkan sudah memahami secara umum orientasi keilmuan yang harus ditempuh dalam prodi ini. Sekarang tiba saatnya mahasiswa mematangkan pilihan topik disertasi dan mencari pendekatan teoretis yang dibutuhkan untuk menulis proposal tersebut. Tentu tidak ada kerangka teori yang siap pakai untuk mahasiswa, justru karena itu mahasiswa membutuhkan pendampingan untuk mendalami teori yang relevan serta merumuskannya secair mungkin sehingga mudah dipahami dan dipakai. TUJUAN. a. Mahasiswa mematangkan pilihan topik disertasi. b. Mahasiswa menjatuhkan pilihan teoretis untuk proposal disertasinya berdasarkan pilihan yang rasional (relevan untuk disertasinya) dan realistis (sesuai dengan kemampuannya). c. Mahasiswa mampu membuat ulasan tentang sumber-sumber pustaka yang relevan. d. Mahasiswa bisa merumuskan kerangka teoretis dengan percaya diri, bisa dipahami oleh orang lain secara mudah. MATERI. a. Penulisan proposal mahasiswa sampai mahasiswa yang bersangkutan yakin dengan pilihan topiknya. b.Penemuan objek material dan rumusan masalah secara tentatif. c.Pendalaman dan perumusan kerangka teoretis.

Tutorial Penulisan Akademik B (DKB I/2020/2021) -NEW
Augustinus Supratiknya

Tutorial Penulisan Akademik B (DKB I/2020/2021) -NEW

DESKRIPSI. Mata kuliah ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa untuk belajar menulis tentang fenomena seni dan masyarakat dengan perspektif tertentu, sesuai standar penulisan akademik (jelas, logis, sistematis, koheren, bebas plagiarisme). Proses perkuliahan sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk saling memperkaya dan bersikap kritis dalam membaca, mengkaji kepustakaan yang tersedia, dan menuangkan gagasan dalam tulisan.